ANAK PEMBERONTAK,SALAH SIAPA? Leave a comment

Hasil gambar untuk GAMBAR ANAK PEMBERONTAK

ANAK PEMBERONTAK,SALAH SIAPA?

Ketika anak bukannya menjadi tenang tapi malah memberontak ketika dibujuk, maka tenangkanlah dulu emosi Anda sebagai orangtua. Kadang bukannya mereda, tapi Anda malah terpancing untuk memarahi mereka ketika anak tidak mau menuruti omongan orangtuanya untuk meredakan emosinya. Sebenarnya apa yang terjadi kepada anak-anak sehingga seiring dengan perjalanan waktu, perilaku mereka yang semula manis dan penurut bisa berubah menjadi tak terkendali? Ada baiknya Kita bercermin kepada diri sendiri. Sudahkan memberikan contoh terbaik kepada anak-anak? Sebelum menuruti emosi saat menghadapi anak, sebaiknya simak beberapa penyebab anak menjadi pemberontak berikut ini :

       Orangtua suka memaksakan kehendak.Anak masih dalam fase lebih banyak bermain, tapi orangtua sudah          sibuk memasukkan mereka les ini dan itu. Anak tidak bisa mengungkapkan penolakan secara langsung, sehingga untuk melampiaskan kekesalannya, mereka menunjukkannya dengan melakukan mogok bicara, mogok makan dan sebagainya.Orangtua tidak memedulikan keinginan anak.Anak ingin menekuni bidang ilmu yang disukainya, tapi orangtua memaksa mereka untuk kuliah di jurusan yang tidak disukai. Maka anak bisa memberontak dengan cara malas belajar, nilai ujian yang buruk dan lain-lain.Orangtua memberi contoh yang buruk.Orangtua mengajarkan anak mereka untuk selalu berkata jujur, tapi anak sering mendapati orangtuanya berbohong. Maka anak akan meniru perilaku tersebut ketika mendapat masalah dengan orangtua atau orang lain.Orangtua tidak konsisten antara perkataan dan perbuatan.Orangtua mengatakan A, tapi malah melakukan B. Anak yang sudah mampu berpikir kritis akan memprotes hal tersebut, terutama bila orangtua tidak bisa memberi penjelasan yang masuk akal. Maka anak akan melakukan hal-hal yang dibenci orangtua untuk menyatakan pemberontakannya. Bisa dibayangkan betapa panasnya kehidupan seperti tersebut di atas, bukan? Orangtua tidak mampu menunjukkan wibawa dan tidak bisa bersikap bijaksana sehingga anak-anak yang semula begitu mengidolakan mereka, berbalik menjadi penentang terkeras. Jadi sebaiknya Kita segera memperbaiki sikap supaya anak-anak tidak tumbuh dan berjiwa pemberontak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *