Diabetes pada Anak, Bisa? Leave a comment

Hasil gambar untuk GAMBAR ANAK TERKENA GEJALA DIABETES

 

Diabetes pada Anak, Bisa?

Kalau menyebut penyakit diabetes, biasanya kita membayangkan penderitanya adalah orang dewasa. Namun jangan salah, ternyata diabetes juga bisa terjadi pada anak. Untuk itu, kita sebagai orang tua harus waspada terhadap kondisi kesehatan anak. Orang tua perlu tahu mengapa seorang anak bisa mengidap diabetes, apa penyebab dan gejalanya, serta bagaimana penanganan yang tepat. Ada dua jenis diabetes yang biasa menyerang anak-anak, yaitu diabetes tipe-1 dan tipe-2. Diabetes tipe-1 terjadi akibat faktor genetik (keturunan). Pankreas hanya mampu memproduksi sedikit atau bahkan tidak bisa memproduksi insulin, yaitu hormon yang mengubah glukosa menjadi energi. Kurangnya jumlah insulin menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi sangat tinggi. Diabetes tipe-1 ini merupakan jenis yang paling sering ditemukan dan biasanya terjadi pada anak usia 5-7 tahun. Sedangkan tipe-2 bisa terjadi pada anak yang memiliki pola hidup yang  kurang baik (banyak makan namun kurang gerak) sehingga mengalami kegemukan.  Orang tua perlu waspada jika anak menunjukkan gejala berikut: sering merasa lapar dan haus, menyukai minuman manis dan dingin, sering buang air kecil, berat badan turun drastis, mudah lelah, mudah marah, timbul masalah penglihatan, luka yang sulit sembuh, kaki kesemutan, gatal-gatal pada kulit, dan pada anak perempuan terjadi infeksi jamur pada kelaminnya. Pada keadaan yang lebih parah, anak bisa mengalami nyeri perut, sesak napas, muntah, dehidrasi, bahkan penurunan kesadaran. Karena bersifat genetik, diabetes tipe-1 tidak bisa dicegah. Anak harus menjalani terapi utama berupa pemberian injeksi insulin. Selain itu, orang tua juga perlu melakukan tindakan penunjang, seperti mengatur asupan makanan, menjaga berat badan, dan mengajak anak berolahraga secara teratur. Sebaliknya, munculnya diabetes tipe-2 pada anak dapat dicegah atau ditunda. Orang tua harus cermat menjaga pola hidup anaknya, dengan mengatur asupan makanan dan lebih sering mengajaknya beraktivitas. Jika anak memiliki bakat diabetes, batasi konsumsi makanan yang manis-manis (seperti es krim, cokelat, permen, dan lain-lain), hindari makanan dan minuman instan, serta perbanyak konsumsi buah dan sayuran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *