HYPNOPARENTIG DALAM ISLAM Leave a comment

Hasil gambar untuk HIPNOPARENTING

 

HYPNOPARENTIG DALAM ISLAM

           Hipnoparenting dalam Islam Rasulullah pernah bersabda yang artinya, “Jangan marah, maka surga bagimu”. Larangan ini tentu berlaku juga bagi orang tua dalam mendidik anak. Orang tua dilarang bersikap kasar kepada anak, seperti memarahi, membentak, apalagi memukul. Dalam sebuah kisah, beliau pernah melarang seorang ibu yang akan merampas anaknya yang kencing di pangkuan Rasulullah. Beliau mengatakan, air kencing bisa dihilangkan, namun luka hati yang dirasakan oleh anak akan membekas selamanya. Perilaku keras dari orang tua bisa menghancurkan kondisi psikis dan masa depan anak, serta merusak ikatan antara orang tua dengan anak.

         Hal-hal negatif yang diucapkan oleh orang tua akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar anak dan tersimpan dalam jangka waktu lama.  Orang tua harus mengubah caranya dalam mendidik anak, salah satunya dengan metode hipnoparenting. Hipnoparenting berasal dari kata ‘hipnosis’ yaitu proses memasukkan informasi ke dalam pikiran dan ‘parenting’ yang berarti segala sesuatu tentang tugas orang tua dalam mendidik anak. Prinsipnya adalah, apapun yang diucapkan orang tua pada hakikatnya merupakan proses hipnosis. Anak akan menyimpan seluruh kata-kata yang ia dengar di alam bawah sadarnya.  Metode ini dapat diterapkan untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak.

          Pada metode hipnoparenting islami, anak dibimbing untuk selalu berada di jalan yang benar sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Namun sebelum melakukannya, orang tua perlu melakukan persiapan. Pahamilah sifat dan kebiasaan anak agar sugesti yang diberikan tidak bertentangan. Pilhlah kata-kata positif yang akan diucapkan, misalnya ‘anak saleh’, ‘cinta Allah dan Rasul-NYa’, ‘sayang ayah dan ibu’, ‘rajin salat’, dan sebagainya. Orang tua juga harus melakukannya dengan penuh keikhlasan. Niatkan sebagai bagian dari menunaikan amanah Allah untuk mendidik anak. Hipnoparenting adalah teknik mempengaruhi pikiran anak. Pengaruh ini harus diberikan sejak kecil secara terus menerus dan berulang-ulang. Jadi, hipnoparenting bukan cara yang instan dengan sekadar membisikkan kata-kata positif kepada anak. Lengkapi juga dengan rajin menceritakan kisah-kisah islami, Misalnya, kisah para nabi dan rasul, keluarga dan sahabat Rasulullah saw., dan kisah teladan lainnya.

       Waspadai Kebiasaan Berbohong Pada AnakTiba-tiba saja anak kesayangan Anda yang selama ini selalu bersikap manis, polos, menurut dan jujur, sekarang mulai menampakkan sikap-sikap berbohong? Sebagai orangtua yang bijak, jangan dulu marah atau menghukum mereka. Cari tahu mengapa mereka bisa berperilaku seperti itu.Anak itu adalah individu yang berada pada fase proses berkembang dan bertumbuh.  Artinya perilaku mereka masih bisa dibimbing, dibentuk dan diarahkan terutama oleh kedua orangtuanya. Penyebab anak berbohong dapat dikenali melalui hal-hal berikut ini :Lupa nilai-nilai agama.Tidak ada rasa takut ketika berbohong. Anak seolah lupa dengan nilai-nilai agama tentang keburukan dari berbohong. Sehingga mereka akhirnya berbohong dan bersikap seolah berbohong bukanlah sebuah kejahatan.Anak terlihat santai.Mereka tidak menunjukkan ekspresi kecemasan atau ketakutan bila kebohongannya terbongkar.

         Anak-anak mengatakan kebohongan dengan ekspresi sama saat mengatakan sebuah kebenaran.Bahasa tubuh.Anak bicara sambil menggaruk-garuk bagian belakang telinga atau hidung. Nada bicara terdengar tidak stabil. Tidak sanggup melakukan kontak mata dengan Anda dalam jangka waktu lama.Emosi labil.Saat Anda menanyakan tentang suatu peristiwa kepada mereka, lalu anak-anak bercerita tapi dengan emosi yang labil. Artinya saat ada orang lain menyela perkataannya dan mencoba meluruskan, mereka langsung membantah dengan cepat dan emosi yang meluap-luap.Berani bersumpah.Untuk meyakinkan Anda, bahkan anak berani bersumpah bahwa apa yang mereka katakan benar. Anak-anak berani bersumpah, tapi pada saat bersamaan mereka terlihat gelisah.Merasa terancam.

         Bila Anda menemukan kalau anak telah berbohong, tahan emosi! Tanyakan baik-baik kenapa mereka berani berbohong. Yakinkan dan berjanjilah kepada anak-anak kalau Anda tidak akan marah ketika mereka sengaja atau tidak saat melakukan kesalahan. Sebab ada anak-anak yang berbohong, demi menghindari kemarahan orangtuanya dan menyelamatkan diri mereka.Kesabaran Anda sebagai orangtua merupakan modal utama dalam menghadapi anak. Bila Anda mudah marah tanpa mendengarkan penjelasan mereka, maka sulit bagi anak-anak untuk bersikap jujur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *